Tahrir Al-Syam Tolak Kehadiran Militer Turki di Idlib – Situs Berita Islam dan Media Islami Terkini







Foto: Bendera resmi Hai’ah Tahrir Al-Syam



RedaksiIslam.com, Idlib – Gerakan oposisi Islamis Suriah, Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), Senin (26/06), menegaskan pihaknya tidak berkomitmen dengan teks perjanjian yang telah disepakati di Astana beberapa pekan lalu. Hal itu karena HTS bukan menjadi bagian atau pihak yang terlibat atau menyetujui konferensi Astana sejak awal diadakan sampai saat ini.


Pernyataan tegas itu dikeluarkan menyusul pengumuman juru bicara kepresidenan Turki terkait semakin dekatnya pasukan Rusia-Turki masuk ke Idlib untuk merealisasikan perjanjian Astana yang dijamin oleh Ruisa, Iran dan Turki.


“Muktamar tersebut sarat kepentingan Rusia untuk mencuci kejahatannya dengan menjadi penjamin bersama Iran negara kriminal. Perlu diketahui, mereka sebab utama atas penderitaan, pencereberaian dan pembunuhan rakyat kami,” kata pernyataan HTS seperti dilansir portal aranews.org, Senin.


Menurut pernyataan tersebut, para negara pengendali dan penjamin kesepakatan konferensi Jenewa dan Astana sengaja memberikan waktu bagi rezim penjahat untuk mengosongkan daerah satu demi satu. Mereka berupaya membekukan senjata revolusi dan jihad serta menggulirkan “senjata” pengusiran dan perluasan untuk kepentingan rezim.


HTS menunjukkan, seperti yang terjadi saat ini di Idlib. Wilayah oposisi Suriah itu dibekukan dalam rangka untuk menampung warga dari Ghautah dan Daraa serta memberi kesempatan rezim untuk memperluas wilayah di daerah timur ke Dier Zour.






Kami tidak menerima Ghautah dan Daraa serta pedesaan Homs diserahkan kepada rezim, Rusia dan Iran. Begitu juga wilayah-wilayah lainnya yang sudah dibebaskan.


Pernyataan itu menutup, kami berjanji kepada rakyat akan terus berada di dalam jalan jihad dan revolusi sampai negara kami bebas dan tawanan-tawanan saudara kami dilepaskan, begitu juga dengan saudara-saudara kami di wilayah yang terkepung. Untuk itu, kami akan terus berada di jalan sampai Allah memisahkan antara kami dan orang-orang dzalim.


“Kami menyeru saudara-saudara kami sesama mujahidin di wilayah Syam seluruhnya untuk mencurahkan kemampuan dan upaya di atas jalan ini. Minta tolonglah kalian kepada Allah dan jangan merasa lemah,” pesan HTS dalam pernyataannya.


Ibrahim Kalin, juru bicara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, beberapa hari lalu mengungkapkan bahwa Ankara dan Moskow dalam waktu dekat mengerahkan pasukan ke Idlib. Pengerahan ini bagian dari realisasi perjanjian Astana terakhir.


Seperti disepakati, tiga negara penjamin (Rusia, Iran dan Turki) mengirim pasukan ke wilayah-wilayah ‘de-eskalasi’, termasuk Idlib, untuk menjaga kesetabilan di wilayah tersebut. Seperti diketahui, Idlib termasuk salah satu basis HTS.


Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: aranews.org


Dipersembahkan oleh : RedaksiIslam.com


Bagikan ke teman-temanmu yuk…







Source link


قالب وردپرس