Gencatan Senjata Usai, Pertempuran Kembali Pecah di Marawi – Situs Berita Islam dan Media Islami Terkini







RedaksiIslam.com, Marawi – Pertempuran dilaporkan kembali pecah di Marawi setelah gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh militer pemerintah dinyatakan berakhir. Pihak militer mengklaim memberlakukan gencatan senjata sepihak untuk memberi kesempatan bagi warga Muslim merayakan Iedul Fitri.


Sebelumnya, militer mengatakan akan menghentikan serangan terhadap pejuang-pejuang yang terkait dengan ISIS selama delapan jam di hari Ahad (25/06).


Tidak ada suara tembakan maupun serangan udara di Marawi selama waktu jeda bagi “misi kemanusiaan” dari jam 6 pagi pada hari Ahad. Namun, wartawan AFP melansir bahwa baku tembak kembali terjadi pada sekitar jam 2 siang setelah durasi gencatan senjata berakhir.


“Pasukan kami hanya melakukan konsolidasi di titik dimana posisi kami cukup kuat,” kata Letnan Jenderal Carlito Galvez kepada stasiun radio DZBB di Manila. Marawi mengalami krisis kemanusiaan selama pengepungan oleh militer. Dan selama gencatan senjata berlangsung tidak ada pengerahan aset militer, namun tentara tetap berada dalam jarak dan posisi aktif pertempuran.


Juru bicara militer pemerintah Filipina, Brigadir Jenderal Restituto Padilla mengatakan sekitar 500 warga sipil masih terjebak di area-area konsentrasi pertempuran.






Pada bulan Mei, Presiden Rodrigo Duterte memberlakukan hukum darurat militer di seluruh wilayah Mindanao untuk menumpas apa yang ia gambarkan sebagai pemberontakan untuk mendirikan Khilafah model ISIS di area tersebut.


Australia ikut bergabung dengan mengirimkan dua pesawat pengintai berteknologi canggih untuk membantu tentara Filipina di Marawi, menyusul AS yang terlebih dahulu membantu dengan menyediakan dukungan militer.



BACA JUGA  Militer Filipina Gempur Marawi Habis-habisan Sebelum Lebaran



Pertempuran Marawi mulai meletus pada tanggal 23 Mei lalu ketika ratusan pejuang kelompok Maute mengepung sebuah kecamatan setelah pasukan pemerintah melakukan penggerebekan yang gagal dalam upaya menangkap seorang pemimpin ISIS di wilayah tersebut.


Sementara pihak militer mengklaim para jihadis sudah merencanakan serangan beberapa bulan sebelumnya. Bahkan militer lebih jauh menuding para pejuang dengan sengaja membumihanguskan kota Marawi untuk kemudian membangun kantong-kantong pertahanan ISIS di Mindanao.


Menurut data resmi pemerintah, pertempuran di Marawi ini telah menyebabkan lebih dari 380 orang tewas dan 300.000 lebih warga sipil mengungsi. Manila juga mengklaim menewaskan 268 pejuang, delapan di antaranya berasal dari Malaysia, Indonesia, Yaman, Arab Saudi, dan Chechnya.


Reporter: Yasin Muslim
Sumber: Al-Jazeera


Dipersembahkan oleh : RedaksiIslam.com


Bagikan ke teman-temanmu yuk…







Source link


قالب وردپرس