Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pembelajaran Pancasila dan toleransi seharusnya mengarah kepada elite negara. Baginya beberapa tindakan elite sekarang tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila dan juga toleransi.
“Jadi, yang paling perlu belajar lagi tentang toleransi atau Pancasila yaitu elit politik dan aparatur hukum negara ini,bukan rakyat kebanyakan, ” tegasnya melalui akun twitter pribadinya @Dahnilanzar, Selasa (27/6/2017).
“Produsen kebisingan dan intoleransi tidak lahir dari akar rumput rakyat kebanyakan, tetapi bersumber dari elit Politik dan aparatur negera, ” tambahnya.
Dirinya pun mencontohkan hal tersebut dari video yang dijadikan pemenang oleh Polri dalam Police Movie Festival. Karena baginya kelihatan kualitas literasi toleransi pembuat dan Polri sendiri.
“Bila Toleransi dan Pancasila hanya dimaknai sebagai komoditi politik dan ekonomi jadinya ya seperti video yang jadi pemenang di festival film polisi itu,” jelasnya.
Dahnil pun mempertanyakan bila pihak elite negara mengkampanyekan nilai-nilai toleransi. Tapi mereka sendiri bersamalah dengan hal tersebut.
“Bagaimana mungkin kepolisian ceramah tentang Toleransi dan Pancasila, bila literasi toleransi dan Pancasila mereka sendiri bermasalah?” Jelasnya.
“Rakyat kebanyakan toleransinya Otentik. Bagi mereka, Toleransi itu nadi dan jiwa menyatu dlm diri, bukan komoditi politik dan ekonomi,” pungkasnya.
